[:id]Mengenal SWIFT Code dan BIC, Ini Penjelasannya[:]

SWIFT code dan BIC memainkan tugas penting dalam urusan pengiriman uang lintas negara. Berbekal kode tersebut, bank maupun layanan transfer dapat mengirimkan sejumlah uang kepada penerima tanpa mengalami kendala. 

Lalu, apa sebetulnya SWIFT code dan BIC? Mari simak penjelasan singkat berikut.

Apa itu SWIFT Code?

Sebenarnya SWIFT adalah akronim Society for Worldwide Interbank Finansial Telecommunication, yaitu sebuah asosiasi yang berdiri di Brussels pada 1973. Asosiasi tersebut menaungi ribuan lembaga sekuritas dan nasabah korporasi dunia. Mereka juga telah menetapkan standar umum transaksi keuangan internasional, salah satunya transfer uang lintas negara.

SWIFT code merujuk pada kode unik sepanjang 8-11 karakter yang dipakai sebagai identitas suatu bank saat melakukan transaksi internasional. Kode ini dibuat agar uang yang dikirim dapat sampai di penerima yang tepat.
Saat melakukan transaksi pengiriman uang internasional, pasti kode berformat AAAABBCCDDD akan muncul. Setiap bagian kode memiliki arti sebagai berikut.

  • AAAA : kode bank
  • BB : kode negara asal bank
  • CC : kode lokasi kantor pusat bank
  • DDD : kode cabang bank (opsional)

Coba simak contoh kode ini, yaitu CENAIDJAXXX. Berdasarkan kode tersebut, diketahui bahwa 4 karakter huruf pertama mewakili Bank Central Asia (BCA). Dua karakter berikut melambangkan kode negara Indonesia, sedangkan JA adalah kode lokasi kantor pusat bank di Jakarta. Baru pada tiga digit terakhir dituliskan kode cabang wilayah yang dimaksud.

Apa itu BIC?

Sebagian kalangan berpandangan SWIFT code sama dengan BIC. Dari segi fungsi, keduanya memang berperan sama. Namun, Bank Identifier Code adalah kode gabungan yang terdiri atas kode kliring dan kode cabang bank yang dimaksud. 

Mari ambil contoh berikut. Kode kliring BCA adalah 014, sedangkan kode cabang bank 0283 (angka tersebut berasal dari tiga angka pertama nomor rekening dengan penambahan angka 0 di depan). Maka, BIC yang dimiliki menjadi 0140283. Baik SWIFT code maupun BIC sama-sama mempermudah proses transfer dana dari dan menuju luar negeri.

Ketika pengguna tidak mencantumkan kode SWIFT, transaksi pasti tidak bisa dilakukan alias gagal. Sementara itu, ketika informasi BIC tidak dituliskan, maka transaksi bisa saja berhasil, tetapi uang yang terkirim akan diterima di bank pusat.

Cara Mudah Mencari SWIFT Code dan BIC

lqNz3d FUDwIdeX b7hFaFCNo6yb OwiGWWYA9fITtC7 csd5H3CU1oUlkCB8zJglvTyBsX HXpPiLxO1kjWFN1xLM16rxDkyQswqqegxxGGv88CI0Ij85zF3YIUZA5Nd4 TOI

Kode SWIFT dan BIC selalu tertera dalam laporan rekening bank nasabah. Namun, jika menemui kesulitan mengakses laporan tersebut, ada cara lain yang lebih praktis dan mudah untuk memperoleh SWIFT code dan BIC.

Transfez menyediakan fitur “Cek Kode SWIFT/BIC Online” sesuai bank maupun negara untuk mendapatkan kode bank dan cabang yang tepat. Ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Memasukkan kode SWIFT/BIC untuk mencari tahu bank mana yang memiliki kode tersebut
  • Memasukkan nama negara dan detail bank yang ingin diketahui.

Dalam hitungan detik, Transfez akan menampilkan hasil pencarian tersebut. Mudah dan praktis! Setelah mengantongi kode SWIFT/BIC, proses pengiriman atau penerimaan transfer uang antarbank lintas negara lebih mudah dilakukan dan pasti sampai di tujuan. 

Semoga informasi ini berguna untukmu ya.

Instagram