Apa itu Kliring? Pengertian, Jenis dan Contohnya

Juli 21, 2021 by admin
Apa itu Kliring? Pengertian, Jenis dan Contohnya

Pernah dengar istilah kliring saat transaksi di bank? Apa itu kliring?

Nah, untuk pembaca setia Transfez yang masih bingung tentang apa itu kliring, pada artikel ini Transfez akan membahas pengertian, jenis, dan contoh kliring. Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Kliring

Kliring atau clearing adalah salah satu dari tiga metode transfer uang yang dapat dilakukan nasabah untuk memindahkan uang ke rekening lain (rekening pribadi atau rekening orang lain).

Kliring juga merupakan salah satu sarana perhitungan utang-piutang dalam berbagai bentuk surat berharga atau surat dagang dari satu rekening (langsung oleh nasabah atau menunjuk pihak lain atas nama nasabah) ke rekening lain.

Kliring dapat dilakukan secara manual ke bank atau secara otomatis melalui media elektronik tertentu.

Manfaat Kliring

Setelah mengetahui apa itu kliring, berikut ini manfaat kliring bagi masyarakat terutama pebisnis, yaitu:

  1. Mempercepat layanan transfer uang.
  2. Efisiensi sistem pembayaran nasional.
  3. Membantu nasabah melakukan transaksi keuangan yang jumlahnya besar, baik itu oleh pihak individu atau perusahaan.

Jenis-jenis Kliring

Ada tiga jenis kliring yang penting untuk Anda ketahui, yaitu kliring umum, kliring lokal, dan kliring antar cabang. Apa itu kliring umum, lokal dan antar cabang? Berikut ini penjelasannya:

  1. Kliring Umum

Kliring umum adalah salah satu cara transfer uang atau sarana perhitungan utang-piutang surat berharga yang dilakukan antar bank. Proses dan sistem kliring ini diawasi dan diatur oleh Bank Indonesia.

  1. Kliring Lokal

Kliring lokal adalah salah satu cara transfer uang atau sarana perhitungan utang-piutang surat berharga yang dilakukan antar bank yang ketentuannya diatur dalam suatu daerah yang sudah ditentukan sebelumnya.

  1. Kliring Antar Cabang

Kliring antar cabang merupakan salah satu cara transfer uang atau sarana perhitungan utang-piutang surat berharga yang khusus dilakukan pada bank yang umumnya berada dalam satu daerah tertentu. 

Cara pelaksanaannya adalah dengan mengumpulkan seluruh perhitungan yang berasal dari suatu kantor bank cabang.

Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)

Menurut peraturan Bank Indonesia Nomor 7/18/PBI/2005, penyelenggaraan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) terdiri 2 jenis, yaitu:

  1. Kliring debet

Dalam SKNBI, kliring debet adalah kegiatan transfer debet. Transfer debet berasal dari Warkat Debet atau Warkat Kliring, yang di dalamnya meliputi:

  • Warkat Debet yang diterbitkan nasabah yang terdaftar di wilayah kliring tersebut.
  • Warkat Debet berupa bilyet giro dan cek antar daerah.
  1. Kliring kredit

Dalam SKNBI, kliring kredit adalah kegiatan transfer kredit. Kliring kredit dilakukan secara nasional dengan ketentuan berikut:

  • Transfer yang bisa dikliringkan adalah transfer kredit yang berasal dari nasabah di suatu daerah kliring dengan tujuan nasabah lain di seluruh wilayah Indonesia. 
  • Transfer kredit yang dimaksud poin di atas dikliringkan dalam bentuk Data Keuangan Elektronik (DKE) Kredit dalam mata uang rupiah. 
  • Perhitungan kliring kredit dilakukan secara nasional oleh Penyelenggara Kliring Nasional (PKN).

Sistem dalam Warkat Kliring

Terdapat beberapa sistem dalam warkat kliring, yaitu

  1. Sistem Manual

Sistem manual adalah penyelenggaraan kliring lokal yang proses pelaksanaannya dilakukan secara manual oleh setiap nasabah, baik itu dalam membuat bilyet saldo kliring atau dalam pemilihan warkat kliring

  1. Sistem Semi Otomasi

Sistem semi otomatis adalah salah satu sistem penyelenggaraan kliring lokal. Pada perhitungan dan penyusunan bilyet saldo kliring akan dilakukan secara manual oleh setiap nasabah.

  1. Sistem Otomasi

Sistem otomasi termasuk juga dalam penyelenggaraan kliring lokal yang pelaksanaannya akan dilakukan pada perhitungan pembuatan saldo kliring dan juga pemilahan warkat.

  1. Sistem Kliring Elektronik

Sistem kliring elektronik adalah sistem penyelenggaraan kliring dalam suatu perhitungan dan juga pembuatan bilyet saldo kliring.

Seluruhnya prosesnya dilakukan secara elektronik dengan disertai cara penyampaian warkat nasabah kepada pihak penyelenggara untuk selanjutnya dipilih secara otomasi.

Pada sistem ini, seluruh hasil perhitungan akan disesuaikan dengan hasil perhitungan elektronik.

Contoh Kliring

Sudah mengetahui apa itu kliring beserta manfaat, jenis-jenis dan sistemnya, kini saatnya Anda mengetahui contoh kliring.

Transfer uang ke rekening lain melalui kliring sering disebut juga sebagai warkat kliring atau warkat debet.  

Warkat kliring atau warkat debet adalah pembayaran nontunai yang diperhitungkan atas beban nasabah atau bank lewat kliring debet. Warkat debet ini meliputi:

  • Wesel
  • Cek
  • Bilyet giro
  • Nota debet
  • Warkat debet lain yang disetujui BI

Menurut peraturan, warkat debet wajib dinyatakan dalam bentuk mata uang Rupiah. Selain itu, warkat kliring wajib memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan BI dalam Surat Edaran Bank Indonesia.

Jadi, contoh dalam pengiriman uang secara kliring adalah Anda mengirim uang dalam bentuk wesel/cek/bilyet giro/nota debet dari rekening bank Anda ke rekening bank orang lain.

Perbedaan Transfer Uang Secara Kliring, RTGS, dan Transfer Online

Sistem transfer uang antar bank itu beragam macamnya. Setelah mengetahui apa itu kliring mungkin Anda juga penasaran apa bedanya transfer secara kliring dengan cara transfer lainnya, ya?

Perlu Anda ketahui selain kliring ada dua cara transfer uang lain yaitu Real Time Gross Settlement (RTGS) dan transfer online. 

Real Time Gross Settlement (RTGS) adalah sistem transfer dana elektronik yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan dalam waktu saat itu juga atau real time.

Sedangkan transfer online adalah layanan kirim uang yang umum digunakan nasabah, baik lewat mesin ATM, mobile banking, atau internet banking.

Di bawah ini adalah  tabel perbedaan ketiganya.

KliringReal Time Gross Settlement (RTGS)Transfer Online
Transaksi MinimalRp 100 juta
Transaksi MaksimalRp 1 miliarRp 1 miliarRp50 juta – Rp100 juta (maksimal)
BiayaRp 3.500 (maksimal)Rp 35.000Rp6.500
PelaksanaBIBIProvider ATM
Settlement (Penyelesaian Akhir)Jam 10 pagi, 12 siang, 2 siang, 4 soreSetiap saat di hari kerjaKapanpun dan saat itu juga
Sarana PrasaranaKantor cabang, mobile banking, internet bankingKantor cabang, mobile banking, internet bankingMesin ATM, mobile banking, SMS banking, internet banking, phone banking

Demikian informasi tentang apa itu kliring dari Transfez. Untuk Anda yang ingin transfer uang ke luar negeri selalu ingat untuk pakai Transfez, ya! 

Transfer uang ke luar negeri lebih aman, cepat, hemat dan anti ribet cuma di Transfez! Yuk, download dan pakai aplikasinya, sekarang!