Fakta yang Terjadi pada Kampung TKW di Garut, Jawa Barat

Kampung TKW di Garut ini sudah ada sejak tahun 1980-an berada di desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja, Kab. Garut. Dari semua masyarakat yang ada di desa tersebut banyak yang memutuskan untuk merantau dan mencari penghasilan pokok di luar daerah supaya bisa memenuhi kebutuhan keluarga yang ada di rumah.

Baca Juga: Cara Mudah Bertransaksi Bisnis Menggunakan Aplikasi Transfez Bisnis

TKI menjadi salah satu profesi yang banyak dipilih oleh kalangan masyarakat karena dianggap bisa memperoleh pendapatan jauh lebih besar dibandingkan dengan hanya bekerja di Indonesia saja. Sehingga tidak heran untuk masyarakat yang ada di Garut ini lebih banyak yang memutuskan untuk bekerja di negara lain supaya dia bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak.

Fakta yang Terjadi pada Kampung TKW di Garut, Jawa Barat

1. Keberadaan Kampung Tkw Di Garut

Sebenarnya terdapat banyak perkampungan yang ada di kabupaten Garut Jawa barat, namun ada salah satu desa yang dijuluki dengan kampung TKW dan seputar ini pun juga sangat melekat pada sebagian besar masyarakatnya karena berprofesi sebagai TKW yang bekerja di luar negeri. Jarak antara di kampung TKW dari pusat kabupaten Garut ini sekitar 15 km dan kampung ini berada di pedalaman dengan ketinggiannya bisa mencapai lebih dari 1000 mdpl.

Keberadaan dari kampung ini dikenal dengan desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja, Kab. Garut dan kampung tersebut letaknya di sebuah perbukitan yang lebih didominasi dengan banyaknya lahan berupa area pertanian dengan model secara berundak dengan tanaman palawija hingga sayur-sayuran seperti halnya kol dan lain sebagainya yang tertanam subur dengan wilayah kependudukan sekitar 6000 jiwa atau 1557 KK. Untuk menuju ke kampung TKW ini akan melalui banyak tanjakan dan tikungan yang sangat tajam karena desa tersebut berbatasan secara langsung dengan desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya yang terlihat adanya banyak barisan bukit yang sudah ditumbuhi oleh komoditas sayur-mayur hingga kawasan rumah penduduk.

Lihat Juga Video Mudahnya Kirim Uang dengan Transfez ke Lebih dari 50 Negara

2. Catatan Kampung Tkw Di Garut

Adanya kampung TKW yang ada di kabupaten Garut ini dikarenakan pada setiap tahunnya, tercatat sudah melakukan pengiriman TKI dengan jumlah ratusan orang. Hal ini sudah berlangsung sejak tahun 2009 hingga 2014 terdapat 500 orang asal Garut yang sudah dikirimkan ke kawasan timur tengah.

Akan tetapi dari jumlah tersebut sudah mengalami penyusutan jika dilihat dari data TKI tahun 2015 yang hanya sekitar 200-an orang yang masih memutuskan bekerja di luar negeri. Adapun untuk beberapa negara yang dijadikan sebagai tujuan bekerja sebagai TKI di kawasan timur tengah seperti halnya Arab Saudi, Oman, Qatar dan Yordania.

Lihat Juga Video Mudahnya Menggunakan Aplikasi Transfez Singapura

3. Alasan Warga Garut Menjadi TKI

Banyaknya warga Garut yang memutuskan untuk menjadi TKI karena memang tidak ada pilihan lain untuk mendapatkan pemasukan yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga di rumah. Warga dari kampung yang ada di kabupaten Garut ini memutuskan untuk berangkat menjadi TKI sebagai pilihan yang sangat tepat karena ketika di kampung halamannya mereka tidak dapat memberikan penghidupan secara layak pada keluarganya.

Desa Cigadog ini memang menjadi salah satu desa yang tidak mempunyai banyak potensi untuk memperoleh penghasilan yang lebih menjanjikan kurang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini dikarenakan dari setiap warga yang ada di desanya banyak yang memilih untuk menjadi buruh tani sayur bagi yang memang mempunyai lahan atau memutuskan untuk menjadi TKW bagi perempuan dari desa tersebut.

Download Aplikasi Transfez di Googe Play Store dan App Store sekarang juga, GRATIS!

4. Warga Kampung Tkw Di Garut Diberangkatkan Secara Ilegal

Meskipun dari warga Garut ini memutuskan untuk bekerja di luar negeri, ternyata tidak semua dari TKW tersebut diberangkatkan melalui cara legal dan bahkan sebagian besar di antara mereka ini menjadi tenaga kerja ilegal sehingga tidak ada data secara resmi. Terlebih apabila terdapat masalah yang terjadi di negara orang seperti halnya salah satu warga Garut yang sebelumnya sudah pernah dipulangkan dengan keadaan tidak bernyawa.

Selain adanya masalah seperti itu, TKI dan TKW yang ada di timur tengah juga lebih rawan terkena satu sehingga masuk penjara dan bahkan yang lebih fatalnya akan mendapatkan hukuman mati. Seperti kisah yang dilalui oleh almarhum Zaini yang sudah mati karena mendapatkan hukuman ditebas pedang algojo di Arab Saudi.

5. Kontrak Kerja Mendapat Minimal 2 Tahun

Masyarakat kampung TKW di Garut ini biasanya akan mendapatkan kontrak kerja dengan ketentuan minimal 2 tahun harus dijalankan. Untuk bekerja sebagai TKW di negeri orang tentunya bukan menjadi suatu hal yang mudah bagi masyarakat Garut, terlebih untuk kontrak kerjanya sendiri cukup lama dengan ketentuan minimal 2 tahun.

Baca Juga Artikel Strategi Pemasaran Lainnya dari Transfez

Strategi Pemasaran Digital Lebih Menguntungkan dan Hemat Biaya
Strategi Pemasaran Farmasi dan Persaingan dengan Kompetitor
Strategi Pemasaran Perusahaan Jasa agar Dikenal Oleh Publik
Strategi Pemasaran Perusahaan Manufaktur untuk Sukses ke Depannya
Strategi Pemasaran Ritel Bagi Pemula yang Baru Terjun di Dunia Bisnis

Sehingga para pekerja TKI dan TKW yang ada di timur tengah ini harus menahan rindu dengan keluarganya selama itu apabila memang tidak dilakukan perpanjangan kontrak. Jika ternyata sebagai TKI dan TKW ini harus dilakukan perpanjangan kontrak maka tentunya akan lebih dari jangka waktu 2 tahun tersebut untuk kembali ke tanah air.

6. Kegagalan TKI Untuk Berangkat Ke Luar Negeri

Pada tahun 2019 sudah pernah dilakukan penggagalan pada calon TKI asal Garut yang akan diberangkatkan ke luar negeri setelah dilakukan rahasia oleh Kementerian ketenagakerjaan RI terhadap sebuah perusahaan yang menyalurkan TKI. Para TKI tersebut akan disalurkan ke negara lain seperti halnya Malaysia dengan menggunakan sistem ilegal dan tidak tercatat secara resmi di dalam data TKI yang ada di Indonesia

Kala itu pemerintah kabupaten Garut melakukan penjemputan secara langsung terhadap calon TKI di Jakarta dan juga langsung dipulangkan ke kampung halamannya di daerah Garut karena dari pihak penyalur TKI tersebut tidak menyalurkan TKI secara legal yang nantinya akan memberikan kerugian cukup besar terhadap TKI itu sendiri. Terlebih sudah banyak kasus yang menimpa para TKI dan tidak bisa terselamatkan karena memang datanya sendiri tidak tercatat di dalam data negara.

google play store   350px appstore

Demikianlah beberapa uraian terkait kampung TKW di Garut yang lebih memilih untuk memutuskan bekerja di luar negeri dibandingkan di tanah air sendiri. Banyak di antara para TKW yang disalurkan ke kawasan timur tengah dengan sistem ilegal yang justru merugikan banyak pihak.

Instagram