11 Tips Hemat Jadi Mahasiswa di Luar Negeri

Maret 26, 2021 by Author Transfez
11 Tips Hemat Jadi Mahasiswa di Luar Negeri

Kalau aku kuliah di luar negeri terus boros dan kehabisan duit gimana ya?

Pernah bertanya hal yang sama?

Kuliah di luar negeri memang asik karena membuka wawasan kamu tentang budaya dan gaya hidup baru. Jaringan pertemanan kamu juga semakin luas dan pastinya bisa mengasah kemampuan tinggal sendiri di negeri orang.

Tapi, tinggal jauh dari keluarga dan budaya sendiri pasti ada hal yang membuat kamu khawatir.

Salah satu masalah yang bisa muncul saat kamu kuliah di luar negeri adalah keuangan.

Kalau kamu baru pertama kali tinggal sendiri, pasti rasanya bebas kan?

Bebas dengan waktu dan juga bebas dengan uang.

Akhirnya, karena tidak terkontrol kamu jadi kurang waktu dan uang.

Nah, agar kamu terhindar dari bokek di akhir bulan, Transfez sudah siapkan tips dan cara berhemat saat kamu kuliah di luar negeri.

Tips Hemat Mahasiswa di Luar Negeri

  1. Bawa bekal 

Sebelum ke luar negeri, jangan lupa bawa bekal yang bisa membantu berhemat. Contohnya bahan makanan yang tahan lama. Kamu bisa bawa abon, kornet, mie instan, atau masakan yang sudah dikeringkan.

Percaya deh, saat dompet menipis saatnya bekal makanan ini beraksi.

Jangan lupa untuk bawa bumbu juga karena bumbu itu maha loh terutama bumbu tradisional yang sulit kamu temukan di negara tujuan.

Bekal kamu juga bisa berupa peralatan untuk mempermudah hidup dan berhemat. Contohnya rice cooker dan alat menjahit. 

Berbekal rice cooker saja kamu sudah bisa memasak bermacam makanan loh.

Baju sobek atau kebesaran? Jangan dibuang dulu ya. Belajar menjahit bisa jadi kemampuan berharga untuk bantu kamu berhemat.

  1. Mengatur keuangan

Saat tinggal sendiri, saatnya kamu sadar ternyata bebas itu bukan berarti bebas tak terkontrol.

Dulu, karena orang tua sudah mengatur, jadinya kamu gak bisa sembarangan menghabiskan uang kan?

Sekarang, mau beli apa aja bisa. Tapi, yakin kamu tidak punya kebutuhan yang lebih mendesak?

Mulai atur uangmu dengan membuat daftar pengeluaran bulanan. Nah, setelah ada daftar yang jelas kamu sudah bisa memberikan anggaran untuk masing-masing pengeluaran.

Kalau kamu ingin membeli sesuatu, bedakan ingin dan butuh ya. Kebutuhan bisa seperti bahan makanan, payung saat musim hujan, atau pakaian tebal di musim dingin. 

Barang yang kamu inginkan biasanya berupa barang untuk meningkatkan kualitas hidup misalnya laptop baru saat laptop lama masih bisa dipakai, jam, jajan di luar.

Jadi, gak boleh beli yang aku suka dong?

Boleh dong, asalkan sudah kamu rencanakan dan menabung. Jadi, keinginan kamu tercapai uangmu tidak terganggu.

  1. Pertimbangkan tempat tinggal dan transportasi

Saat kuliah di luar negeri, kamu punya pilihan untuk tinggal di asrama, di lingkungan dekat kampus, atau menyewa apartemen di area yang jauh dari kampus.

Apapun pilihan kamu, pastikan sudah dipertimbangkan dengan matang ya.

Jika ingin berhemat, tinggal di dalam lingkungan atau di dekat kampus adalah pilihan terbaik. Biaya transportasi bisa dihilangkan dan bisa kamu gunakan untuk kebutuhan lain.

Tapi, pilihan asrama atau area dekat kampus tidak selalu pilihan paling baik. Selain biaya relatif mahal, kalau kamu lebih ingin mengenal budaya dan orang sekitar, pilihan tinggal di luar kampus jauh lebih cocok.

Apartemen atau tempat tinggal yang jauh dari kampus biasanya relatif murah. Kamu bisa mengenal lingkungan dan budaya sekitar dengan lebih baik. Kamu juga tidak bosa dengan pemandangan sekitar kampus.

Untuk kamu yang memilih apartemen, cari teman atau penyewa lain agar biaya sewa jadi lebih murah. 

Tapi, pilih orang yang bisa kamu percaya biar tidak ada masalah ke depannya.

  1. Kurangi pembelian impulsif

Apakah kamu seorang impulsive buyer? Membeli barang yang tidak dibutuhkan tanpa direncanakan.

Coba perhatikan, ada berapa barang yang sudah lama tidak kamu gunakan?

Sekali, dua kali mungkin tidak masalah. Berkali-kali baru jadi masalah.

Pilih barang yang membuat hidup kamu lebih baik. Misalnya kamu membeli kotak bekal lucu karena kamu belum punya dan ingin berhemat makan siang. Atau kamu membeli buku untuk inspirasi atau hiburan.

  1. Gunakan fasilitas kampus

Buat apa bayar keanggotaan gym kalau kamu bisa berolahraga gratis di area dan gym kampus?

Buat apa beli buku mahal-mahal kalau kampus menyediakan ribuan buku secara gratis?

Kamu juga bisa menggunakan fasilitas wifi dan printing secara gratis di perpustakaan.

Bosan belajar di rumah? Perpustakaan.

Tidak bisa olahraga di rumah? Gym kampus.

Manfaatkan semua fasilitas yang sudah kamu bayar di kampus secara maksimal.

  1. Belajar masak

Kebutuhan paling dasar dan paling membuat boros adalah jajan di luar.

Selain membayar makanan, kamu juga membayar jasa mereka. Pasti pengeluaran jauh lebih membengkak dibandingkan masak sendiri.

Ini kesempatan kamu untuk belajar masak juga. Apalagi kalau kamu rindu masakan rumah, coba untuk berkreasi. 

Selain berhemat, kamu bisa mengenalkan budaya lewat makanan ke teman negara lain loh. Makanan juga bisa jadi cara kamu berkenalan dengan orang baru.

Ada banyak tutorial memasak di internet dan juga resep-resepnya. Kalau kamu tidak sempat, lakukan meal atau food prep makanan yang kamu suka. 

  1. Gunakan diskon mahasiswa

Jadi mahasiswa itu enaknya adalah banyak diskonnya.

Banyak fasilitas yang memberikan diskon atau harga lebih murah untuk para pelajar. Mulai dari transportasi, mall, toko makanan, bahkan toko online.

Kalau kamu ingin membeli sesuatu, jangan lupa lihat penawaran promo mahasiswa. Bisa membantu menghemat duit banyak loh!

Saat kamu keluar rumah, pastikan kartu mahasiswa selalu kamu bawa. Selain sebagai kartu identitas, kamu juga bisa menemukan tempat yang menawarkan promo untuk pelajar.

  1. Cari yang gratis

Yang gratis memang paling manis.

Apa saja yang bisa kamu dapatkan gratis? Coba cek dulu kalender kampus kamu.

Biasanya saat ada cara kampus akan ada pembagian makanan atau snack gratis loh. Jangan sampai kamu tidak dapat hanya karena tidak tau.

Selain makanan gratis, kamu juga bisa mencari hiburan gratis seperti acara musik kampus, bazaar, movie night, atau acara seru lainnya.

Acara seperti ini juga bisa jadi ajang mencari teman baru dan mengenal budaya baru. Jadi, cek dan tandai kalender kampusmu ya. 

  1. Kerja part-time atau freelance

Sebelum mencari kerja paruh waktu atau lepas, cek dulu peraturan kampus dan negara ya.

Jika kamu sudah mendapatkan izin untuk bekerja paruh waktu, kamu bisa mendapatkan dana tambahan. Lumayan buat jajan.

Kerja paruh waktu bisa kamu dapatkan di dalam kampus seperti asisten dosen, jaga perpustakaan, dan di luar kampus seperti kasir, pelayan atau penjaga toko.

Hitung-hitung tau seperti apa dunia bekerja sambil dapat upah untuk uang saku.

  1. Thrift-Shop

Daripada beli baru, lebih baik cari barang bekas yang layak dipakai.

Selain berhemat, kamu juga membantu mengurangi limbah dan memperbaiki lingkungan.

Barang-barang seperti buku, lemari, meja kecil, elektronik, baju, dan sepatu bisa kamu pertimbangkan untuk membeli bekas.

Hanya karena pernah dipakai bukan berarti tidak layak pakai loh.

Tapi, kamu harus lebih berhati-hati dalam memilih barangnya. Pastikan kondisinya masih baik dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama.

  1. Jual barang yang tidak dibutuhkan

Nah, untuk kamu yang punya banyak barang di rumah, lebih baik uangkan saja. Ruangan lega, uang saku bertambah.

Barang yang paling sering dijual adalah baju. Jadi, coba marie kondo lemari mu dan pilah pilih baju yang sudah tidak memberikan rasa bahagia lagi.

Kalau ingin cepat laku, jual baju sesuai musimnya ya. Jaket bulu tebal kamu akan susah laku di musim panas yang membuat gerah.

Eh, tapi ada satu cara lagi yang bisa kamu gunakan untuk menghemat uang loh.

Menghindari biaya tersembunyi saat mengirimkan uang ke rekening luar negeri kamu. Daripada ngantri di bank dan bayar banyak biaya yang kamu tidak yakin untuk apa, lebih baik pilih jasa pengiriman uang terpercaya.

Salah satu jasa pengiriman uang ke luar negeri yang dapat kamu andalkan adalah Transfez dapat memberikan kemudahan dan biaya rendah setiap pengiriman uang. Jadi, uangmu aman sebelum digunakan.

Ingat, bebas boleh asal terkontrol. Selama kuliah di luar negeri, kamu berkesempatan belajar mengatur waktu dan uang. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.

Ini kemampuan yang paling dibutuhkan sesudah kamu lulus loh. 

Jangan sampai kamu rugi waktu dan uang ya!