Analisis Kelayakan Investasi

Apa itu analisis kelayakan investasi? Kondisi sekarang ini penuh dengan kebimbangan yang tidak pasti sehingga penting sekali merencanakan masa depan dalam segi finansial. Perencanaan tesebut bisa melalui cara investasi yang menguntungkan dan tetap produktif untuk setiap harinya.

Namun dalam melakukan penanaman modal tidak bisa dilakukan secara cepat dan gegabah. Mengingat selain bisa mendapatkan keuntungan juga terdapat resiko yang akan kamu hadapi.

Pengertian Analisis Kelayakan Investasi

Analisis Kelayakan Investasi

Membuat penanaman moda menjadi balik dengan keuntungan yang jauh lebih besar memang membutuhkan uji analisis kelayakan terlebih dahulu. Analisis kelayakan ini sebagai bentuk tindakan yang dapat dilakukan dalam mengetahui prospek dari sebuah proyek penanaman modal.

Lihat Juga Video Cara Mudah Transfer Uang Ke Luar Negeri

Analisis sebagai dasar acuan untuk pengambilan keputusan diterima atau ditolaknya penanaman modal tersebut. Analisis dilakukan untuk menghindari terjadinya penanaman modal terhadap proyek ataupun kegiatan yang sekiranya tidak memberikan keuntungan.

Metode Melakukan Analisis Kelayakan Penanaman Modal

Tujuan utama dalam melakukan investasi tidak lain adalah untuk mendapatkan keuntungan ataupun tingkat pendapatan yang tinggi. Sehingga perlunya melakukan uji analisis kelayakan untuk selanjutnya dapat melakukan pengambilan keputusan.

Kelayakan tidak dapat dinilai dari asumsi ataupun keyakinan saja, namun harus dilakukan analisis secara mendalam dari berbagi aspek yang ada. Berikut inilah metode untuk melakukan uji kelayakan yang dapat kamu lakukan, antara lain:

1. Net Present Value (NPV)

Analisis kelayakan bisa menggunakan metode Net Present Value (NPV) yang mana dinilai dari keuntungannya secara bersih dari akhir pengerjaan proyek. Keuntungan bersih tersebut dapat dilakukan perhitungan dari selisihnya nilai penanaman modal sekarang dengan aliran khas bersih.

Di mana hal itu diharapkan berasal dari proyek masa yang akan datang ataupun periode tertentu. Penilaian ini merupakan metode kuantitatif yang bisa menunjukkan layak tidaknya sebuah proyek.

2. Payback Period (PBP)

Metode Payback Periode ini melakukan pengukuran kecepatan dalam pengembalian investasi. Dengan begitu satuan pada ukurannya tidak menghasilkan bentuk persentase ataupun rupiah namun dalam bentuk waktu.

Jika nilainya PBP lebih cepat ataupun singkat dari yang sudah diisyaratkan maka penanaman modal mempunyai kelayakan. Sebaliknya jika nilai PBP lebih lambat ataupun lama artinya terdapat indikasi tidak layaknya sebuah penanaman modal.

3. Profitability Index (PI)

Metode ini untuk mengukur layak tidaknya sebuah penanaman modal dai indeks keuntungan. Cara melakukannya dengan membandingkan dari nilainya sekarang dari seluruh penerimaan kas bersih dengan nilainya penanaman modal sekarang ini.

Sebuah penanaman modal dapat dikatakan layak menutut metode Profitability Index jika nilainya PI lebih besar dari 1, sebab nilai sangat menguntungkan. Namun kika nilainya PI lebih kecil dari 1 maka tidak menguntungkan sehingga penanaman modal tidak layak.

Download Aplikasi Transfez

Aplikasi Transfez bisa bantuin kamu untuk transfer uang ke luar negeri dengan lebih cepat, hemat, dan efisien. Transfez Bisnis juga bisa bantuin bisnis kamu dalam melakukan transaksi ke luar negeri loh. Untuk kamu yang ingin mengirim uang ke sanak saudara yang berada di luar negeri karena sedang menjalankan pendidikan, bekerja, ataupun traveling, Transfez akan siap membantu. Aplikasi ini tersedia di Android dan juga iOs.

Download Aplikasi Transfez di Android
Download Aplikasi Transfez di iOs

4. Internal Rate of Return (IRR)”

Metode analisis kelayakan Internal Rate of Return (IRR) dalam menguji kelayakan sebuah penanaman modal berdasarkan tingkat suku bunga. Bahwa hal tersebut dapat menjadikan jumlah nilainya keuntungan sekarang bisa diharapkan sama seperti jumlah nilai sekarang yang berasal dari nilai biaya modal.

Pada metode kali ini, time value of money sudah memperhitungkan sehingga arusnya kas yang telah diterima didiskontokan dengan dasar biaya modal. Cara menghitung nilainya IRR harus dengan trial and error ataupun menggunakan tabel tingkat bunga.

Aspek Analisis Kelayakan untuk Investasi

Perlu untuk kamu ketahui bahwasannya dalam melakukan uji analisis kelayakan juga berdasarkan dari aspek yang berhubungan. Dari aspek tersebutlah penanaman modal bisa menunjukkan keuntungan maupun kerugian, sehingga dapat mengambil keputusan.

Berikut inilah terdapat aspek kelayakan dalam penanaman modal, di antaranya:

1. Aspek finansial

Hal ini tentunya berkaitan dengan kondisi keuangan sebuah perusahaan yang akan kamu tanamkan modal. Sebelum melakukannya, kamu harus melakukan pengecekan dan analisa dengan cermat untuk kemungkinan resiko di depan.

2. Aspek teknis dan produksi

Pada umumnya aspek yang satu ini berkaitan dengan kapasitas perusahaan, desain, biaya produksi, bahan, lokasi dan lain sebagainya. Sehingga apapun yang berkaitan dengan produksi di perusahaan juga masuk dalam aspek penilaian uji kelayakan.

3. Aspek sosial

Salah satu aspek yang kaitannya dengan sektor industri pelayanan secara merata dan adil kepada masyarakat. Dalam melakukan investasi penting untuk kamu melakukan riset pasar secara jeli dan bukan berdasarkan asumsi atau insting semata.

Sebab menanamkan modal tidak mesti mendapatkan keuntungan besar. Di samping itu juga terdapat kemungkinan resiko yang menyebabkan kerugian atas kelalaian dalam melakukan analisis ketika memulainya.

4. Aspek hukum

Penanaman modal juga mengacu pada aspek hukum yang berdasarkan pada kesepakatan, legalitas, perijinan, hubungan industrial, statusnya perusahaan hingga hak dan kewajiban yang nantinya kamu dapatkan.

Aspek hukum ini membawa dampak yang cukup besar jika terjadi ilegalitas perusahaan atau hal lain terkait penanaman modal. Sehingga penting untuk kamu mengetahui segala seluk beluk analisis hukum sebelum terjun menanamkan modal.

5. Aspek organisasi untuk investasi

Organisasi yang dimaksud tentunya pada perusahaan di mana kamu akan menanamkan modal tersebut. Pahami dan lihat bagaimana perusahaan membuat perumusan organisasinya.

Hal itu berkaitan dengan tugas setiap bidang, tata kerja hingga perumusan organisasi dan yang lainnya. Dalam menanam modal tidak cukup kamu menaruh uang dan kemudian berharap nantinya berkembang tanpa adanya analisis terlebih dahulu.

6. Aspek pemasaran

Memulai penanaman modal pada sebuah perusahaan harus sekali mengetahui kondisi marketingnya. Terlebih jika kamu menanamkan modal untuk perusahaan yang bergerak pada bidang produk dan mengharuskan untuk dipasarkan agar laku di pasaran konsumen.

Sebagai investor sudah selayaknya untuk meneliti potensi dari penerimaan arus kas dengan mengacu pada usia perusahaan. Tidak lucu jika sudah menanam modal ternyata kondisi marketingnya cukup buruk dan justru nilai penjualannya cukup menurun yang membuat investor merugi.

Demikianlah beberapa uraian tentang investasi dalam hal analisis uji kelayakan perusahaan. Dalam memulai penanaman modal penting untuk melakukan analisis secara detail agar tidak rugi.

Instagram