Pernah nggak kamu merasa gaji sudah habis padahal bulan baru saja dimulai? Atau kamu sudah niat menabung, tapi di akhir bulan uangnya entah kemana? Kalau iya, bukan berarti kamu boros. Bisa jadi masalahnya ada di satu hal kecil yang sering diremehkan: mencatat pemasukan dan pengeluaran.
Bagikan kode referral kamu. Saat temanmu daftar & transaksi, kamu berpeluang dapat poin/reward sesuai program yang berlaku.
*Reward & mekanisme dapat berbeda berdasarkan periode program. Syarat & ketentuan berlaku.
Kenapa Mencatat Keuangan Itu Penting saat Menabung
Banyak orang pikir menabung itu cukup dengan menyisihkan uang di akhir bulan. Padahal, cara itu justru yang paling sering gagal. Mencatat pemasukan dan pengeluaran memberimu gambaran nyata tentang kondisi finansialmu setiap saat.

1. Kamu Bisa Melihat Pola Pengeluaran
Dengan catatan, kamu akan sadar bahwa pengeluaran kecil seperti kopi harian atau subscription aplikasi bisa menumpuk jadi jumlah yang besar. Kesadaran ini adalah langkah pertama untuk berubah.
2. Menabung Jadi Lebih Terarah
Ketika kamu tahu berapa total pemasukanmu dan berapa yang sudah keluar, kamu bisa menentukan target tabungan yang realistis. Bukan sekadar harapan, tapi angka yang bisa dicapai.
3. Menghindari Utang Konsumtif
Orang yang rajin mencatat pengeluaran cenderung lebih sadar sebelum belanja impulsif. Ini secara langsung melindungi kamu dari jebakan utang yang tidak perlu.
Cara Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran dengan Benar
Sekarang masuk ke bagian praktisnya. Bagaimana cara mencatat pemasukan dan pengeluaran saat menabung yang efektif dan tidak ribet? Ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Pilih Metode Pencatatan yang Cocok untukmu
Ada tiga pilihan umum yang bisa kamu gunakan:
- Buku catatan manual: Cocok buat kamu yang suka nulis tangan dan merasa lebih terhubung saat mencatat secara fisik.
- Spreadsheet (Excel atau Google Sheets): Ideal untuk kamu yang suka angka dan mau bisa melihat grafik perkembangan keuangan secara otomatis.
- Aplikasi keuangan: Pilihan paling praktis karena bisa langsung dicatat dari smartphone kapan saja dan di mana saja.
Tidak ada yang paling benar, yang terpenting adalah metode yang kamu pakai secara konsisten setiap hari.
2. Catat Semua Pemasukan Lebih Dulu
Mulailah dari sisi pemasukan. Tulis semua sumber uang yang masuk, mulai dari gaji pokok, freelance, uang saku, hasil jual barang, hingga cashback atau bonus. Jangan ada yang terlewat.
Kenapa ini penting? Karena angka pemasukan total adalah batas atas yang tidak boleh kamu lewati saat belanja.
3. Kategorikan Pengeluaranmu
Pengeluaran yang tidak dikategorikan susah dianalisis. Buat kategori sederhana seperti:
- Kebutuhan pokok (makan, transportasi, tagihan)
- Kebutuhan sekunder (pakaian, hiburan, dining out)
- Tabungan dan investasi
- Pengeluaran tak terduga
Dengan kategori ini, kamu langsung bisa melihat pos mana yang paling banyak menyedot uangmu.
4. Gunakan Metode 50/30/20 sebagai Panduan
Metode ini populer karena simpel. Dari total pemasukanmu, alokasikan:
- 50% untuk kebutuhan pokok.
- 30% untuk keinginan atau gaya hidup.
- 20% untuk tabungan dan pelunasan utang.
Catatan keuanganmu akan membuatmu tahu apakah alokasi ini sudah terpenuhi atau belum setiap bulannya.
5. Lakukan Evaluasi Mingguan dan Bulanan
Mencatat saja tidak cukup kalau tidak pernah dievaluasi. Luangkan waktu setiap minggu (sekitar 10 menit) untuk melihat apakah pengeluaranmu masih sesuai rencana. Di akhir bulan, lakukan evaluasi lebih menyeluruh dan bandingkan dengan bulan sebelumnya.
Tips Supaya Kebiasaan Mencatat Bisa Bertahan Lama
Banyak orang semangat di awal tapi berhenti di tengah jalan. Ini beberapa tips agar kebiasaan mencatat keuanganmu benar-benar bertahan.

1. Catat Segera, Jangan Ditunda
Setiap kali kamu belanja atau menerima uang, catat saat itu juga atau paling lambat sebelum tidur. Pengeluaran kecil yang tidak langsung dicatat sangat mudah terlupakan.
2. Simpan Struk atau Bukti Transaksi
Biasakan menyimpan struk atau screenshot bukti transaksi digital. Ini memudahkan kamu saat ingin rekap di akhir hari atau minggu tanpa harus mengingat-ingat lagi.
3. Buat Target Tabungan yang Konkret
Mencatat akan terasa lebih bermakna kalau kamu punya tujuan jelas. Misalnya, menabung untuk dana darurat, liburan, atau modal usaha. Target yang konkret membuat kamu lebih termotivasi untuk disiplin mencatat.
4. Libatkan Pasangan atau Teman
Kalau kamu mengelola keuangan bersama pasangan atau anggota keluarga, ajak mereka ikut mencatat. Ketika semua orang di rumah punya kebiasaan yang sama, hasilnya jauh lebih konsisten dan merata.
5. Rayakan Pencapaian Kecil
Berhasil menabung 10% lebih banyak dari bulan lalu? Itu layak dirayakan, meski hanya dengan treat kecil. Apresiasi diri sendiri membuat otakmu mengasosiasikan kebiasaan baik ini dengan perasaan positif.
Mencatat Keuangan untuk Pekerja di Luar Negeri
Kalau kamu adalah pekerja migran atau profesional yang bekerja di luar negeri, mencatat pemasukan dan pengeluaran menjadi lebih kompleks karena ada dua mata uang yang perlu dipantau. Kamu perlu mencatat pengeluaran sehari-hari di negara tempat tinggal sekaligus memantau berapa yang dikirim pulang ke Indonesia.
Misalnya, bagi kamu yang bekerja di Arab Saudi, memahami kondisi kerja dan lingkungan finansial di sana sangat membantu. Kamu bisa mulai dengan membaca informasi seputar industri terbesar di Arab Saudi yang dipenuhi pekerja migran agar bisa memperkirakan kondisi keuangan yang realistis. Hal yang sama berlaku bagi kamu yang bekerja di negara lain seperti Jerman atau Thailand, di mana biaya hidup dan struktur gaji bisa sangat berbeda.
Untuk urusan pengiriman uang ke keluarga di Indonesia, pastikan kamu memilih layanan yang transparan dan terpercaya. Transfez hadir sebagai solusi remitansi yang memudahkan kamu mentransfer uang ke Indonesia dengan mudah dan aman dari mana pun kamu berada.
Baca Juga: 10 Pekerjaan dan Industri di Jerman dengan Permintaan Tinggi bagi Warga Non-Uni Eropa
Baca Juga: Update Aturan Visa Kerja di Qatar bagi Pekerja Indonesia
Cocok untuk komunitas, admin grup, content creator, atau siapa pun yang ingin membantu orang kirim uang ke luar negeri — sambil dapat reward.
- ✓Promosikan Transfez lewat link / kode affiliate
- ✓Dapatkan komisi saat user yang kamu refer melakukan transaksi
- ✓Program resmi — halaman info & T&C tersedia
*Syarat & ketentuan berlaku. Reward dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan program.
Download Aplikasi Transfez
Aplikasi Transfez bisa bantuin kamu transfer uang ke luar negeri dengan lebih cepat, hemat, dan efisien. Jack Finance juga siap bantu transaksi bisnismu ke luar negeri. Mau kirim uang ke keluarga yang sedang sekolah, bekerja, atau traveling? Transfez siap membantu. Tersedia di Android dan iOS — download sekarang!
