Mencari “visa kerja Uni Emirat Arab (UEA)” sering terasa seperti menyusun puzzle, karena izin bekerja di UEA tidak berdiri sebagai satu dokumen tunggal. Di praktiknya, biasanya akan berurusan dengan rangkaian izin yang saling terkait. Work permit untuk boleh bekerja, entry permit untuk masuk (atau ubah status) guna menyelesaikan proses, lalu residence permit/residence visa agar bisa tinggal secara legal.
Baca Juga: Percayakan Kirim Uang Ke Uni Emirat Arab Dengan Transfez!
Di artikel ini, kita rangkum pembaruan aturan dan arah kebijakan terbaru yang relevan bagi pekerja asing. Simak ulasannya di bawah ini.
Memahami istilah “visa kerja UEA”

Di UEA, izin bekerja dan izin tinggal adalah dua hal yang berbeda, meski prosesnya saling menempel. Portal resmi Pemerintah UEA menjelaskan bahwa Kementerian SDM dan Emiratisasi (MOHRE) menerbitkan work permit. Setelah pekerja masuk UEA, perusahaan sponsor menyelesaikan formalitas seperti medical test dan Emirates ID. Lalu, residence permit diproses melalui otoritas imigrasi terkait (misalnya GDRFA untuk Dubai).
Baca Juga: Tempat Tinggal Murah untuk TKI/TKW di Uni Emirat Arab (UEA)
Punya residence permit tertentu tidak otomatis berarti bebas bekerja di semua skema. Untuk kerja formal, Anda tetap perlu jalur izin yang sesuai dengan hubungan kerja dan kontrak yang sah. Sebab, struktur izin UEA memang dirancang “spesifik sesuai skenario kerja”.
Siapa mengurus apa: MOHRE, ICP, dan GDRFA (Dubai)

MOHRE memegang inti urusan work permit untuk banyak perusahaan (terutama yang berada dalam skema MOHRE). Hal itu lengkap dengan persyaratan job offer form, dokumen pendidikan sesuai level keahlian, dan aturan kuota elektronik untuk perekrutan tertentu.
Sementara itu, urusan identitas dan banyak layanan residensi berada pada ICP di level federal. ICP juga mengelola program residensi jangka panjang seperti Green Residency dan Golden Residency, termasuk kategori, manfaat, dan gambaran persyaratannya.
Untuk Dubai, nama yang paling sering muncul adalah GDRFA Dubai. Sebab, lembaga ini menjadi pintu layanan imigrasi Dubai (termasuk berbagai layanan residensi dan sebagian entry permit sesuai kebutuhan). Contohnya, GDRFA memuat layanan penerbitan Green Residence Permit bagi high-skilled worker, lengkap dengan syarat work permit, kontrak kerja, dan ketentuan biaya.
Update besar yang terasa di lapangan

Perubahan yang paling “terasa” belakangan ini bukan hanya soal kategori visa, melainkan cara memprosesnya. Pada 16 Oktober 2025, MOHRE mengumumkan peluncuran sistem AI bernama “Eye” di GITEX Global 2025 untuk mempercepat penerbitan work permit melalui pemrosesan otomatis dan verifikasi dokumen. MOHRE menjelaskan sistem ini memeriksa dokumen seperti foto, paspor, dan sertifikat akademik untuk memastikan akurasi dan keaslian.
Dalam pengumuman yang sama, MOHRE juga menyebut portofolio transformasi digitalnya (termasuk Work Bundle) sebagai bagian dari upaya memperlancar layanan dan pengalaman pengguna. Artinya, tren kebijakannya jelas: proses dibuat lebih cepat, lebih terukur, dan lebih sulit “dimainkan” dengan dokumen yang tidak rapi.
Stiker visa paspor dihentikan, Emirates ID jadi penanda utama

Jika dulu halaman paspor dengan stiker residensi adalah “dokumen sakti” untuk banyak urusan, sekarang ritmenya berubah. ICP menyatakan bahwa penerbitan stiker residensi untuk warga asing ditangguhkan per 11 April 2022. Emirates ID dipakai sebagai alternatif untuk membuktikan status residensi. Tujuannya untuk menyederhanakan langkah penerbitan/perpanjangan dan mengurangi tahapan yang tidak perlu.
Baca Juga: 10 Sektor di Uni Emirat Arab yang Paling Membutuhkan Pekerja dari Luar Negeri
Banyak proses yang dulu identik dengan “stamping paspor” bergeser menjadi data residensi yang terhubung pada Emirates ID dan sistem digital. Buat pekerja asing, ini berarti Anda perlu lebih disiplin menyimpan salinan digital/rekaman status resmi.
Ragam work permit UEA yang makin fleksibel (dan kapan biasanya dipakai)

Salah satu “update arah kebijakan” yang menarik adalah munculnya pola kerja yang lebih beragam dan diakomodasi lewat layanan perizinan. Di halaman layanan MOHRE, beberapa work permit menampilkan bahwa kontrak kerja dapat mencakup format
MOHRE menyediakan layanan work permit untuk tanggungan yang disponsori keluarga (dependents sponsored by family members). Menariknya, MOHRE menyebut untuk skema ini tidak diwajibkan kuota elektronik, selama syarat layanan terpenuhi (misalnya tanggungan punya residence permit yang valid dan kandidat tidak memiliki work permit aktif).
Opsi “tinggal lebih lama dan lebih fleksibel”

Bagi sebagian profesional, pertanyaan paling strategis bukan “visa kerja mana yang cepat”, melainkan “jalur residensi mana yang memberi ruang napas lebih panjang”. ICP menjelaskan Green Residency sebagai residensi jangka panjang 5 tahun yang bisa diperpanjang dan berbasis self-sponsorship (tanpa sponsor di dalam negeri).
Untuk kategori skilled workers pada Green Residency, ICP menuliskan syarat inti yang sering muncul dalam pencarian “Green Visa UAE”. ICP juga menyebut jalur freelancer/self-employed yang mensyaratkan izin freelance/self-employment dari MOHRE serta bukti penghasilan tahunan.
Baca Juga: 10 Universitas Terbaik di Uni Emirat Arab Berdasarkan Ranking Global
Sebagai pembanding, Golden Residency menurut ICP menawarkan residensi jangka panjang 5 sampai 10 tahun. Hal ini ditujukan untuk kategori seperti investor, entrepreneur, talenta luar biasa/spesialisasi langka. ICP juga menampilkan contoh persyaratan yang konkret.
Alur praktis dari job offer sampai sah bekerja

Biasanya proses dimulai dari perusahaan: MOHRE menerbitkan work permit (atau persetujuan terkait) berdasarkan dokumen seperti paspor, foto, job offer form, dan sertifikat akademik sesuai level skill. Pada layanan “recruiting a worker from overseas”, MOHRE juga menekankan syarat tertentu.
Setelah itu, masuklah fase entry permit dan penyelesaian formalitas. Portal pemerintah UEA menjelaskan work permit dapat dipakai untuk masuk UEA guna bekerja. Kemudian perusahaan menyelesaikan medical test, Emirates ID, serta penerbitan residence permit dalam rentang waktu tertentu.
Baca Juga: 6 Wisata Religi di Uni Emirat Arab Bagi Umat Muslim Paling Menarik
Beberapa panduan resmi/otoritas kawasan menunjukkan pola yang mirip. Panduan JAFZA (salah satu free zone besar di Dubai) menyebut Employment Visa Entry Permit valid 60 hari sejak terbit. Artinya, ada “jendela waktu” yang jelas jika tidak digunakan atau formalitas tidak diselesaikan sesuai ketentuan. Proses bisa tersendat dan perlu tindakan lanjutan sesuai aturan yang berlaku.
Update aturan visa kerja di UEA bergerak ke arah yang konsisten. Di saat yang sama, UEA juga memperkuat program residensi jangka panjang seperti Green Residency dan Golden Residency untuk menarik talenta, investor, dan professional. Jika Anda mengincar proses yang mulus, kuncinya bukan trik, melainkan ketepatan jalur izin, kerapian dokumen, dan disiplin mengikuti kanal resmi.
Download Aplikasi Transfez
Aplikasi Transfez bisa bantuin kamu untuk transfer uang ke luar negeri dengan lebih cepat, hemat, dan efisien. Jack Finance juga bisa bantuin bisnis kamu dalam melakukan transaksi ke luar negeri loh. Untuk kamu yang ingin mengirim uang ke sanak saudara yang berada di luar negeri karena sedang menjalankan pendidikan, bekerja, ataupun traveling, Transfez akan siap membantu. Aplikasi ini tersedia di Android dan juga iOs. Download sekarang!



