industri terbesar di arab saudi

Arab Saudi masih menjadi salah satu magnet paling kuat bagi pekerja migran dari Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika. Hingga pertengahan 2025, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial (MHRSD) mencatat lebih dari 10 juta ekspatriat aktif. Tentu Industri terbesar di Arab Saudi yang diinati oleh migran sangat banyak.

Jumlah itu terus bertambah seiring ambisi Vision 2030 yang memacu pembangunan infrastruktur raksasa. Jika kamu sedang menimbang karier di Timur Tengah, memahami sektor mana yang paling banyak menyerap talenta asing akan memberimu keunggulan tawar menawar gaji dan visa. Berikut sepuluh industri terbesar yang secara historis dipenuhi pekerja migran dari Asia dan Afrika.

Analisis Sektor Pekerjaan dengan Penyerapan Tenaga Kerja Asing Tertinggi di Arab Saudi

industri terbesar di arab saudi

Keberhasilan proyek-proyek raksasa dan pelayanan publik di Arab Saudi sangat bergantung pada ketersediaan talenta internasional di berbagai tingkatan keahlian. Mulai dari tenaga teknis di padang pasir hingga profesional medis di pusat kota, berikut adalah sepuluh industri utama yang saat ini paling banyak diisi oleh pekerja migran dari Asia dan Afrika.

1. Minyak, Gas, dan Petrokimia 

Tidak ada sektor yang lebih identik dengan Arab Saudi selain hidrokarbon. Saudi Aramco, SABIC, dan puluhan perusahaan servis ladang minyak terus mempekerjakan teknisi pengeboran hingga insinyur. Permintaan melonjak lagi sejak raksasa energi itu menggenjot produksi untuk mendanai proyek transisi energi dan giga-project nasional. 

Untuk kamu yang memegang sertifikasi HSE atau pengalaman di kilang, paket kompensasi bisa mencakup gaji bebas pajak setara USD5.000–9.000 per bulan. Meski proses seleksi ketat, perusahaan biasanya menyediakan pelatihan keselamatan kelas dunia.

2. Konstruksi Giga-Project 

Mega proyek seperti NEOM, The Line, Red Sea Global, Jeddah Central, dan Rua Al Madinah menelan investasi ratusan miliar dolar sekaligus menyerap ratusan ribu pekerja konstruksi. Times of India melaporkan Arab Saudi menjadi tujuan nomor satu pekerja India berstatus Emigration Check Required selama 2023–2025. 

Jika kamu adalah tukang las, tukang besi, operator crane, atau site manager bersertifikat, peluangmu sangat besar. Sektor ini juga relatif ramah bagi pekerja tanpa gelar, asalkan siap kerja fisik dan mematuhi standar keselamatan ketat. 

3. Jasa Rumah Tangga dan Perawatan Domestik 

Di balik gedung pencakar langit Riyadh, jutaan keluarga Saudi mempekerjakan pembantu rumah tangga, sopir pribadi, dan pengasuh anak dari Filipina, Indonesia, Ethiopia, dan Kenya. ILO menaksir lebih dari 1,5 juta domestic worker aktif di Kerajaan.

Meskipun pekerjaan ini menuntut jam kerja panjang, banyak agensi resmi kini menawarkan kontrak transparan. Gaji minimum SR1.500–SR1.800, satu hari libur mingguan, dan tiket pulang dua tahunan. Jika kamu mencari pemasukan stabil tanpa kualifikasi akademik tinggi, sektor ini tetap menjadi pilihan dominan. 

Baca Juga: 10 Pekerjaan dan Industri di Jerman dengan Permintaan Tinggi bagi Warga Non-Uni Eropa 

4. Ritel dan Perdagangan Modern 

Pusat perbelanjaan mewah di Jeddah hingga minimarket di kota kecil sama-sama bergantung pada kasir, merchandiser, dan supervisor asal India, Bangladesh, dan Sudan. Walau kebijakan Saudisasi menargetkan posisi front office, toko tetap memerlukan pekerja asing untuk gudang, logistik.

Kamu yang fasih bahasa Inggris dan memiliki pengalaman penjualan bisa meraih gaji SR3.000–SR5.000 ditambah komisi. Selain itu, sektor ritel memberikan peluang karier cepat karena pergantian staf relatif tinggi.

5. Perhotelan, Haji, dan Umrah 

Arab Saudi menargetkan 30 juta jamaah Umrah dan 150 juta wisatawan pada 2030. Hotel, restoran, serta operator tur di Makkah, Madinah, dan Riyadh berlomba mencari staf internasional yang mampu melayani tamu multibahasa. Penerbitan visa musiman untuk pekerja dari Indonesia, Turki, dan Mesir meningkat drastis saat musim haji. 

Bagi kamu yang berpengalaman di dapur hotel atau layanan kamar, paket gaji SR2.500–SR4.500 plus tip dan akomodasi karyawan cukup umum. Posisi supervisor front office bahkan bisa mencapai SR6.000–SR8.000.

6. Transportasi dan Logistik 

Bandara internasional baru di Riyadh, pelabuhan Jeddah Islamic Port, dan jaringan rel cepat Haramain menciptakan kebutuhan konstan akan sopir truk berat, mekanik pesawat, dan operator gudang. Perusahaan pengiriman ekspres merekrut ribuan kurir dan picker dari Pakistan, Nepal, dan Uganda. 

Jika kamu memiliki SIM internasional kategori berat atau sertifikat forklift, tawaran gaji SR2.800–SR4.000 plus bonus jarak tempuh menantimu. Selain itu, peningkatan e-commerce membuat logistik last-mile semakin penting, membuka peluang karier di pengelolaan armada dan perencanaan rute berbasis data. 

7. Kesehatan dan Keperawatan 

WHO memproyeksikan Arab Saudi membutuhkan tambahan 100 ribu tenaga medis dalam lima tahun untuk memenuhi rasio dokter-pasien ideal. Rumah sakit pemerintah dan swasta gencar merekrut dokter, perawat, serta teknisi radiologi dari Filipina, India, Sudan, dan Tunisia. Program transformasi kesehatan 2030 juga memperbesar kuota visa kesehatan. 

Jika kamu memiliki lisensi NCLEX, HAAD, atau setara dan lulus Prometric Saudi, gaji perawat bisa mencapai SR5.000–SR8.000 plus insentif shift. Dokter spesialis mendapat kompensasi di atas SR25.000.

8. Teknologi Informasi dan Telekomunikasi 

Riyadh ingin menjadi hub digital kawasan, memacu lahirnya start-up fintech dan pusat data hyperscale. Permintaan akan developer full-stack, ahli keamanan siber, dan insinyur jaringan kerap melebihi suplai lokal. Talenta dari Mesir, Pakistan, dan Filipina pun membanjiri lowongan EP-IQAMA di perusahaan seperti STC, Mobily, hingga NEOM Tech. 

Kamu yang menguasai Python, cloud AWS, atau DevOps berpeluang mengantongi gaji SR12.000–SR18.000 bebas pajak, setara USD3.200–4.800. Selain kompensasi, banyak perusahaan menawarkan kerja hibrida dan pelatihan sertifikasi internasional.

Baca Juga: 10 Pekerjaan dan Industri di Jerman dengan Permintaan Tinggi bagi Warga Non-Uni Eropa 

9. Manufaktur dan Industri Ringan 

Sebagai bagian diversifikasi ekonomi, Kerajaan membangun klaster manufaktur obat, alat kesehatan, dan komponen otomotif di Rabigh dan Jubail. Pabrik-pabrik tersebut merekrut operator mesin, quality controller, dan insinyur maintenance dari Indonesia, Bangladesh, dan Ghana. 

Untuk kamu lulusan politeknik atau SMK teknik, gaji awal SR3.000–SR5.000 plus insentif produksi cukup kompetitif. Perusahaan sering menanggung pelatihan Lean Manufacturing dan bahasa Arab dasar.

10. Layanan Kebersihan dan Manajemen Fasilitas 

Gedung pemerintahan, bandara, dan mall megah membutuhkan ribuan petugas kebersihan, teknisi AC, serta penjaga keamanan. Perusahaan outsourcing asal Saudi maupun multinasional mengimpor pekerja dari Sudan, Ethiopia, dan Bangladesh untuk mengisi peran tersebut. 

Meski gaji dasar hanya SR1.200–SR1.800, pekerja sering mendapat lembur signifikan dan fasilitas asrama dekat lokasi kerja. Jika kamu mencari pijakan awal di pasar kerja Saudi dengan persyaratan minim, sektor ini bisa menjadi langkah pertama sebelum beralih ke bidang bergaji lebih tinggi. 

Sepuluh industri di atas tidak hanya menopang perekonomian Arab Saudi, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan pekerja Asia dan Afrika. Persiapkan dirimu sebaik mungkin, dan jadilah bagian dari kisah transformasi ekonomi terbesar di Timur Tengah. 

Download Aplikasi Transfez

Aplikasi Transfez bisa bantuin kamu untuk transfer uang ke luar negeri dengan lebih cepat, hemat, dan efisien. Jack Finance juga bisa bantuin bisnis kamu dalam melakukan transaksi ke luar negeri loh. Untuk kamu yang ingin mengirim uang ke sanak saudara yang berada di luar negeri karena sedang menjalankan pendidikan, bekerja, ataupun traveling, Transfez akan siap membantu. Aplikasi ini tersedia di Android dan juga iOs. Download sekarang!

google play store  350px appstore