cara buka usaha kecil di Vietnam untuk ekspatriat

Membangun usaha kecil di Vietnam menawarkan potensi pasar yang besar. Namun, sebagai ekspatriat, kamu akan berhadapan dengan aturan investasi, izin tinggal/kerja, hingga kepatuhan pajak dan data. Nah, sekarang apakah kamu tertarik mengetahui lebih lanjut cara buka usaha kecil di Vietnam yang cocok untuk ekspatriat? Berikut ini panduan 10 tantangan terbesar beserta solusi praktisnya agar langkah kamu lebih pasti dan hemat waktu. Simak ulasannya di bawah ini.

Navigasi Strategis Menghadapi Hambatan Regulasi dan Solusi Operasional Bisnis di Vietnam

cara buka usaha di vietnam

Membangun fondasi bisnis yang kokoh di Vietnam memerlukan kesabaran dalam melewati prosedur administratif yang unik serta ketelitian dalam memenuhi standar kepatuhan hukum federal. Agar perjalanan kewirausahaan kamu berjalan lancar tanpa hambatan tak terduga, berikut adalah analisis mendalam mengenai tantangan utama yang sering dihadapi ekspatriat serta solusi praktis yang bisa kamu terapkan untuk mengatasinya.

1. Memilih bentuk badan usaha dan menuntaskan perizinan awal (IRC/ERc)

Banyak ekspatriat bingung membedakan Investment Registration Certificate (IRC) dan Enterprise Registration Certificate (ERC), serta kapan keduanya wajib diurus. Untuk investor asing, IRC umumnya diterbitkan terlebih dahulu untuk proyek investasi, baru kemudian ERC sebagai akta kelahiran badan usaha. Proses kini makin terdigitalisasi lewat National Business Registration Portal.

Maka dari itu, tentukan struktur yang paling pas, baik itu LLC (perseroan terbatas) atau JSC (PT terbuka) untuk rencana ekspansi dan pendanaan. Kemudian, gunakan portal resmi untuk cek nama, unggah dokumen, dan memantau status berkas. Sejak 1 Juli 2025, akun eID (VNeID) digunakan untuk prosedur online. Mintalah dukungan konsultan lokal untuk meminimalkan koreksi berkas.

2. Akses pasar bagi investor asing (negative list dan sektor bersyarat)

Tidak semua bidang usaha bisa 100% dimiliki asing. Decree 31/2021 memperkenalkan Negative List dan sektor dengan syarat khusus (conditional). Banyak pemohon gagal karena tidak memeriksa prasyarat di daftar ini.

Lakukanlah penapisan awal kode KBLI Vietnam (VSIC) terhadap lampiran Decree 31/2021 dan Law on Investment 2020. Jika usahamu masuk sektor bersyarat, siapkan bukti pemenuhan syarat. Misalnya pengalaman, modal, atau persetujuan tambahan) sebelum mengajukan IRC.

3. Perizinan tambahan untuk perdagangan/ritel

FIE (foreign-invested enterprise) yang bergerak di jual-beli barang kadang butuh Business License (izin bisnis) dan/atau izin gerai ritel. Sejak Decree 09/2018, impor dan distribusi grosir banyak yang tak lagi perlu lisensi khusus. Akan tetapi, beberapa aktivitas masih mensyaratkan izin dan ENT (Economic Needs Test) untuk gerai ritel tertentu.

Petakan aktivitasmu seperti impor, grosir, e-commerce, atau ritel fisik. Ajukan Business License hanya bila diwajibkan, dan siapkan dokumen ENT saat membuka gerai ritel tambahan. Koordinasikan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi setempat.

Baca Juga: Rekomendasi Usaha dan Cara Buka Usaha Kecil di Arab Saudi

4. Visa investor, izin kerja, dan TRC

Investor visa Vietnam memiliki kategori DT1–DT4 dengan durasi berbeda berdasarkan besaran modal. Selain itu, aturan izin kerja tenaga asing mengalami pembaruan, yakni amandemen 2023 dan regulasi baru efektif 7 Agustus 2025).

Jika kamu sebagai investor/pendiri, pilih visa DT yang selaras dengan modal pada IRC/ERC. DT3/DT4 lazim bagi usaha rintisan kecil. Untuk manajer/ahli asing, pastikan proses persetujuan kebutuhan tenaga asing dan izin kerja mengikuti update terbaru di Kementerian Tenaga Kerja. Pertimbangkan TRC (Temporary Residence Card) setelah visa aktif untuk tinggal jangka lebih panjang.

5. Setoran modal dan kepatuhan perbankan/valas

Hukum perusahaan mewajibkan setoran modal diselesaikan dalam 90 hari sejak ERC terbit. Untuk FDI, transaksi wajib melalui Direct Investment Capital Account (DICA) di bank berizin sesuai aturan devisa. Keterlambatan atau salah alur transfer kerap memicu denda atau revisi dokumen.

Bukalah DICA segera setelah memperoleh IRC/ERC dan rencanakan transfer lintas negara lebih awal. Pastikan setoran modal sesuai jadwal 90 hari (LLC/JSC). Bila ada perubahan jumlah aktual, lakukan penyesuaian modal dalam 30 hari setelah tenggat.

6. Pajak perusahaan, e-invoicing, dan PPN

Tarif CIT standarnya 20%. PPN-nya sendiri standarnya 10%, namun pemerintah memperpanjang pemotongan PPN 2% (menjadi 8%) untuk banyak jenis barang/jasa sampai akhir 2026. E-invoicing juga kini wajib nasional.

Maka dari itu, Konfigurasikan sistem e-faktur sejak awal dan pilih skema pelaporan yang tepat. Review apakah bisnismu masuk sektor yang tetap 10% PPN. Susun proyeksi arus kas dengan asumsi CIT 20% dan manfaatkan insentif bila memenuhi kriteria proyek prioritas.

7. Akuntansi, audit, dan batas waktu pelaporan

Hampir semua FIE wajib diaudit setiap tahun. Lalu, sampaikan laporan keuangan + finalisasi pajak maksimal 90 hari setelah akhir tahun buku. Banyak usaha kecil terlambat menandatangani kontrak audit atau belum menyiapkan pembukuan VAS/e-invoice yang rapi.

Tentukan tahun buku dan booking auditor sejak awal Q4. Terapkan sistem akuntansi sesuai VAS dan kebijakan dokumen berbahasa Vietnam (dapat bilingual). Setelah audit dan pelaporan, kamu bisa meremit laba ke luar negeri usai pemberitahuan ke kantor pajak.

Baca Juga: Panduan Cara Buka Usaha Kecil di Inggris untuk Ekspatriat Pemula

8. Kepatuhan digital, perlindungan data pribadi & e-commerce

Jika bisnismu mengoleksi data pelanggan atau berjualan online, kamu wajib mematuhi PDPD (Decree 13/2023). Hal ini termasuk kewajiban notifikasi insiden dalam 72 jam dan penilaian dampak pemrosesan/transfer data lintas batas. Platform/marketplace juga tunduk pada Decree 85/2021 (registrasi/representasi lokal bagi pihak asing tertentu).

Buat kebijakan privasi, dasar pemrosesan (consent/kontrak), PIA/DPIA, dan rencana respons insiden. Jika mengoperasikan situs e-commerce yang memenuhi kriteria, lakukan notifikasi/registrasi ke Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Lalu, penuhi kewajiban perwakilan lokal.

9. Melindungi merek dan aset tak berwujud

Banyak UMKM asing menunda pendaftaran merek, lalu menghadapi “first-to-file” ketika pihak lain lebih dulu mendaftarkan merek serupa. Proses pemeriksaan merek memakan waktu (pemeriksaan formalitas, publikasi, dan substantif).

Ajukanlah pendaftaran merek ke Intellectual Property Office of Vietnam sejak sebelum peluncuran. Jika belum siap, pertimbangkan pengajuan Madrid dengan penunjukan Vietnam. Pastikan daftar kelas barang/jasa tepat dan dokumen lengkap.

Vietnam adalah pasar yang dinamis dan regulasinya terus diperbarui.  Peluang suksesmu bisa  meningkat signifikan Jika kamu berhasil memperbarui beberapa hal. Contohnya menyiapkan rencana komersial yang jelas, mengunci bentuk entitas dan izin sejak awal, serta disiplin pada kepatuhan pajak, ketenagakerjaan, dan data. Jangan ragu menggandeng konsultan hukum/pajak lokal agar lintasan dari ide ke operasional berjalan mulus. Hal ini sekaligus membuatmu fokus pada pertumbuhan.

Download Aplikasi Transfez

Aplikasi Transfez bisa bantuin kamu untuk transfer uang ke luar negeri dengan lebih cepat, hemat, dan efisien. Jack Finance juga bisa bantuin bisnis kamu dalam melakukan transaksi ke luar negeri loh. Untuk kamu yang ingin mengirim uang ke sanak saudara yang berada di luar negeri karena sedang menjalankan pendidikan, bekerja, ataupun traveling, Transfez akan siap membantu. Aplikasi ini tersedia di Android dan juga iOs. Download sekarang!

google play store  350px appstore