Membahas visa kerja Arab Saudi sebenarnya tidak cukup hanya menyebut satu jenis visa. Sebab, izin bekerja di Kerajaan biasanya berjalan sebagai rangkaian. Jalur ini juga bersinggungan dengan aturan ketenagakerjaan (kontrak kerja, perizinan kerja) yang banyak layanannya kini terhubung ke platform digital pemerintah.
Baca Juga: Tempat Tinggal Murah Untuk TKI/TKW di Arab Saudi dan Estimasi Biayanya
Agar tidak salah langkah, artikel ini merangkum aturan yang paling sering menentukan berhasil-tidaknya proses. Simak ulasannya di bawah ini.
Peta otoritas resmi, siapa mengatur apa di Saudi?

Di balik istilah “hukum imigrasi”, Arab Saudi membagi peran secara tegas. Kementerian Luar Negeri (Ministry of Foreign Affairs/MOFA) terlibat pada tahap otorisasi dan proses visa masuk melalui kedutaan/konsulat. Sementara itu, aturan inti tentang Iqama (Residence Permit) dan berbagai pelanggaran status tinggal berada pada domain Kementerian Dalam Negeri (Ministry of Interior/MOI) melalui kanal regulasi dan layanan terkait.
Baca Juga: Tahapan Penting dalam Proses Legalisasi Dokumen Kerja ke Arab Saudi yang Wajib Anda Ketahui
Pada aturan MOI, ditegaskan bahwa perusahaan/individu wajib memiliki residence permit dan work permit untuk pekerjanya. Lalu, mempekerjakan orang tanpa izin termasuk pelanggaran sistem.
Jalur utama visa kerja: dari otorisasi sponsor sampai employment visa

Langkah awal biasanya dimulai dari pihak perusahaan di Saudi. Dalam panduan layanan kedutaan MOFA, disebutkan bahwa sponsor di Saudi harus mengajukan visa authorization melalui MOFA. Setelah disetujui, otorisasi itu dikirim ke konsulat dan sponsor memberi salinannya kepada calon pekerja.
Setelah otorisasi tersedia, proses aplikasi mengikuti mekanisme kedutaan/konsulat di negara Anda. Contohnya, halaman Kedutaan Saudi di AS untuk Employment Visa memuat unsur yang sering muncul di banyak negara. Di sana juga disebutkan penggunaan sistem ENJAZ untuk pengajuan visa oleh individu, dan pengajuan dilakukan melalui agen perjalanan yang diotorisasi kedutaan.
Baca Juga: Hal Penting tentang Etika Kerja dan Budaya Perusahaan di Arab Saudi
Karena detail bisa berbeda antarnegara, cara aman adalah selalu memeriksa halaman layanan visa kedutaan Saudi yang relevan dengan domisili Anda. Sebagai contoh lain, halaman “Working Visa” pada salah satu situs kedutaan MOFA juga menunjukkan pola persyaratan umum.
Bedakan tiga istilah yang sering tertukar: Employment Visa, Work Visit Visa, dan Residence Visa

Visa kunjungan bukan tiket untuk bekerja secara normal. MOFA membedakan layanan visa kerja (employment) dengan Work Visit Visa (kunjungan kerja/penugasan sementara). Persyaratannya bisa berupa undangan/invitation letter, kontrak kerja sementara, ijazah yang dilegalisasi, dan bukti pengalaman kerja sesuai bidang.
Di sisi lain, ada juga Residence Visa dengan catatan penting yang sering diabaikan. Pada halaman MOFA, disebutkan secara eksplisit bahwa Residence visa tidak memberi hak bekerja. Artinya, status tinggal tertentu tidak otomatis membuat Anda legal bekerja tanpa jalur izin kerja yang benar.
Baca Juga: Inilah 10 Industri Terbesar di Arab Saudi yang Dipenuhi Pekerja Migran dari Asia dan Afrika
Kalau masih ada yang menganggap bekerja dengan visa visitor itu “sekadar formalitas”, aturan MOI menempatkannya sebagai pelanggaran. MOI mencantumkan ketentuan tentang mempekerjakan ekspatriat dengan visitor’s visa. Hal itu termasuk konsekuensi deportasi bagi pelanggar dan sanksi bagi pemberi kerja.
Iqama (Residence Permit), pusat dari legalitas kerja dan tinggal

Begitu Anda masuk dan mulai proses tinggal-jangka-panjang, istilah yang akan terus melekat adalah Iqama. Pada aturan MOI tentang residence permit, ditegaskan bahwa employer harus memperoleh residence permits untuk karyawannya. Tujuannya agar dapat bergerak bebas di kota tempat kerja, dan residence permit harus diperbarui sesuai ketentuan.
Aturan MOI bahkan menyebut detail disiplin administrasi yang jarang dibahas saat rekrutmen. Residence permits harus diperbarui 3 hari sebelum masa berlakunya berakhir. Pelanggaran dikenai denda, pengulangan pelanggaran memperberat denda, dan pelanggaran berulang dapat berujung deportasi.
Baca Juga: Rekomendasi Usaha dan Cara Buka Usaha Kecil di Arab Saudi
MOI menegaskan tanggungan (dependents) tidak boleh bekerja tanpa izin otoritas terkait. Jadi, bila pasangan/anak tanggungan ingin bekerja, jalurnya tidak boleh “jalan belakang” dan harus mengikuti skema izin yang diakui.
Reform mobilitas pekerja: exit/re-entry dan final exit makin terdigitalisasi

Garis besar reform ketenagakerjaan beberapa tahun terakhir adalah memperjelas hubungan kontraktual dan mengurangi friksi administratif lewat layanan digital. Pada laporan Saudi Gazette, disebutkan bahwa ekspatriat dapat mengajukan exit and re-entry serta final exit melalui Absher dengan syarat-syarat tertentu.
Masih dari sumber yang sama, disebutkan pula bahwa kebijakan layanan tersebut tidak berlaku untuk beberapa kategori. Ini penting, karena banyak orang mengira aturan mobilitas “otomatis sama” untuk semua jenis pekerjaan.
Kebijakan re-entry bagi yang terlambat kembali

Perubahan yang berdampak nyata pada mobilitas pekerja terjadi pada 16 Januari 2024. Menurut pemberitaan Saudi Gazette, menginstruksikan pintu masuk untuk mengizinkan kembali ekspatriat yang sebelumnya gagal kembali sebelum exit/re-entry berakhir. Dengan begitu, kebijakan “larangan masuk 3 tahun” yang pernah diberlakukan untuk kasus tersebut dinyatakan telah diangkat pada tanggal itu.
Baca Juga: 10 Universitas Terbaik di Arab Saudi yang Paling Direkomendasikan untuk Studi Agama & Islam
Deloitte juga merangkum perubahan yang sama sebagai amandemen kebijakan dan menegaskan tanggal efektifnya 16 Januari 2024. Aturan re-entry bisa berubah, dan perubahan itu biasanya sangat spesifik pada tanggal penerapan.
Klasifikasi work permit berdasarkan kategori keterampilan (Keputusan 4602)

Memasuki 2025, fokus Saudi bukan hanya “siapa boleh masuk”, tetapi juga “bagaimana tenaga kerja asing diklasifikasikan secara keterampilan”. Saudi Gazette juga melaporkan bahwa Menteri HRSD mengeluarkan keputusan untuk mengklasifikasikan work permits ekspatriat menjadi tiga kategori: high-skill, skilled, dan basic. Lalu, menyebut fase penerapan teknis yang mulai berjalan pada pertengahan 2025 dan berdampak pada pekerja yang sudah ada maupun pendatang baru.
Alternatif di luar sponsor tradisional: Premium Residency

Untuk sebagian profesional, jalur “visa kerja biasa” bukan satu-satunya opsi jangka panjang. Pada Januari 2024, program Premium Residency diperluas. Deloitte menjelaskan bahwa program ini menambah lima kategori kelayakan untuk menarik talenta, investor, entrepreneur, dan pemilik property. Library of Congress (Global Legal Monitor) juga mencatat bahwa pada Januari 2024 Saudi mengeluarkan aturan baru terkait persyaratan beberapa jenis residency visa.
Aturan visa kerja di Arab Saudi sudah cukup ketat dan detail. Dengan memahami tanggal, jalur, dan otoritasnya, pekerja asing bisa menjaga status tetap rapi. Bukan hanya agar “lolos masuk”, tetapi agar aman selama tinggal dan bekerja.
Download Aplikasi Transfez
Aplikasi Transfez bisa bantuin kamu untuk transfer uang ke luar negeri dengan lebih cepat, hemat, dan efisien. Jack Finance juga bisa bantuin bisnis kamu dalam melakukan transaksi ke luar negeri loh. Untuk kamu yang ingin mengirim uang ke sanak saudara yang berada di luar negeri karena sedang menjalankan pendidikan, bekerja, ataupun traveling, Transfez akan siap membantu. Aplikasi ini tersedia di Android dan juga iOs. Download sekarang!



