Etika Kerja dan Budaya Perusahaan di Arab Saudi

Arab Saudi sedang berada di tengah transformasi bersejarah melalui Visi 2030, yang membuka pintu lebar bagi investasi global dan talenta internasional. Meskipun gedung-gedung pencakar langit yang futuristik kini menghiasi cakrawala Riyadh dan Jeddah, esensi dari dunia bisnis di Kerajaan ini tetap berakar kuat pada nilai-nilai tradisi Islam, keramah-tamahan Arab, dan loyalitas keluarga. 

Bagi profesional asing, keberhasilan karier di Arab Saudi tidak hanya ditentukan oleh keahlian teknis, tetapi juga oleh kemampuan untuk menavigasi keseimbangan antara modernitas dan tradisi. Memahami etika kerja dan budaya perusahaan di Arab Saudi adalah investasi krusial untuk membangun kepercayaan, memperlancar negosiasi, dan memastikan integrasi yang harmonis dalam lingkungan kerja yang dinamis namun sangat menghormati nilai-nilai leluhur.

Panduan Navigasi Budaya dan Standar Profesionalisme di Lingkungan Bisnis Arab Saudi

Etika Kerja dan Budaya Perusahaan di Arab Saudi

Lingkungan bisnis di Arab Saudi memiliki ritme dan aturan tak tertulis yang mungkin sangat berbeda dari budaya Barat atau Asia Timur. Keberhasilan interaksi profesional di sini sangat bergantung pada rasa hormat terhadap waktu ibadah, struktur sosial yang hierarkis, dan pentingnya hubungan personal. Berikut adalah enam pilar utama yang mendefinisikan standar etika dan budaya perusahaan yang wajib dipahami oleh setiap profesional yang bekerja di Kerajaan Arab Saudi.

1. Pahami aturan jam kerja dan “ritme pekan kerja” di Arab Saudi

Dalam praktik umum, jam kerja normal mengacu pada batas maksimal 8 jam per hari atau 48 jam per minggu, sehingga target dan tenggat sebaiknya disusun realistis sejak awal. Saat Ramadan, jam kerja bagi pekerja Muslim dibatasi menjadi maksimal 6 jam per hari atau 36 jam per minggu. Jadi, rapat panjang dan pekerjaan yang butuh banyak koordinasi perlu dipecah menjadi sesi singkat.

Selain itu, hukum ketenagakerjaan menyebut hari Jumat sebagai hari istirahat mingguan. Di level operasional, Anda juga perlu mengantisipasi adanya waktu jeda untuk salat dan makan. Sebab, ada aturan jeda kerja menekankan pekerja tidak boleh bekerja lebih dari 5 jam berturut-turut tanpa istirahat minimal 30 menit. Untuk instansi pemerintah, pernah diumumkan jam kerja Ramadan tidak melebihi 5 jam per hari, yang biasanya berdampak pada kecepatan respons lintas lembaga.

2. Jadikan kepercayaan sebagai pintu masuk sebelum bicara “urusan inti”

Dalam etika kerja Arab Saudi, pembahasan bisnis yang benar-benar teknis sering baru terjadi setelah ada rasa saling percaya. Karena itu, Anda perlu siap menjalani fase saling mengenal lewat sapaan, basa-basi yang sopan, dan pertemuan berulang. Pola ini bukan membuang waktu, melainkan cara memastikan lawan bicara menilai Anda layak menjadi mitra jangka panjang.

Saat pertemuan, tuan rumah dapat menjalankan konsep “open office”, yaitu tetap menerima telepon, menandatangani berkas, atau menanggapi orang lain ketika Anda sedang berbicara. Situasi seperti ini lebih tepat dibaca sebagai normalnya arus kerja, bukan sebagai bentuk tidak menghargai Anda.

3. Kuasai etiket sapaan dan bahasa tubuh agar komunikasi tidak “terdengar kasar”

Sapaan yang hangat namun terukur biasanya lebih aman daripada gaya yang terlalu santai, terutama pada pertemuan awal. Dalam konteks interaksi perempuan, sumber panduan bisnis menyebut perempuan dapat berjabat tangan dengan perempuan lain atau memberi salam dengan meletakkan tangan di dada. Praktik sederhana seperti menunggu gestur terlebih dahulu sering menghindarkan kesalahpahaman yang tidak perlu.

Bahasa tubuh juga punya bobot, misalnya disarankan menghindari posisi duduk yang mengarahakan telapak kaki ke tuan rumah atau tamu lain. Dalam percakapan, menanyakan tentang keluarga dianggap lebih sopan daripada menanyakan istri atau anak perempuan seseorang, kecuali Anda sudah sangat akrab. Jika Anda diundang ke rumah atau majelis, sepatu kadang dilepas sebelum masuk ruang tamu, jadi amati kebiasaan tuan rumah dan ikuti tanpa membuat suasana canggung.

Baca Juga: Etika Kerja dan Budaya Perusahaan di Australia yang Wajib Dipahami Profesional Asing

4. Susun rapat dengan menghormati waktu salat dan etika Ramadan

Arab Saudi memiliki jadwal salat lima waktu, dan sejumlah bisnis masih menghentikan layanan sekitar waktu salat walau aturan penutupan toko pada waktu salat disebut telah lebih longgar. Implikasinya, rapat yang ideal biasanya memberi ruang jeda alami agar peserta bisa salat tanpa merasa dikejar atau dinilai tidak profesional. Penyesuaian kecil seperti menyisakan buffer 15–30 menit dapat membuat rapat terasa jauh lebih rapi dan minim interupsi.

Selama Ramadan, etika publik menjadi lebih sensitif karena umat Muslim berpuasa pada siang hari. Pedoman perjalanan bisnis menekankan agar tamu bisnis tidak makan, minum, atau merokok di tempat umum pada siang hari. Dengan begitu, pilihan terbaik adalah mengatur konsumsi di ruang tertutup atau area yang disediakan hotel.

5. Terapkan busana kerja konservatif yang rapi, bukan “sekadar formal”

Untuk budaya perusahaan di Arab Saudi, pakaian rapi tidak cukup jika potongannya terlalu terbuka atau terlalu kasual. Pedoman bisnis menyebut pria sebaiknya menghindari celana pendek dan kaus tanpa lengan. Sebab, pilihan itu mudah dianggap tidak menghormati tempat dan lawan bicara. Prinsipnya sederhana: tampil profesional dengan potongan yang sopan dan warna yang tidak mencolok berlebihan.

Bagi perempuan, sumber yang sama menyebut abaya tidak lagi diwajibkan bagi pengunjung. Akan tetapi, tetap disarankan pakaian longgar dan tertutup seperti lengan yang menutup bahu, celana panjang atau rok panjang. Dalam beberapa konteks, pengaturan ruang yang dulu lebih terpisah kini lebih banyak diserahkan pada kebijakan bisnis. Dengan memilih busana yang aman sejak awal, Anda mengurangi risiko pembicaraan teralih ke hal yang tidak relevan dengan agenda kerja.

6. Pahami hierarki: keputusan sering ada di level paling senior

Di banyak organisasi, budaya kerja cenderung hierarkis, sehingga keputusan penting biasanya berada pada pihak paling senior. Artinya, presentasi atau proposal yang bagus tetap membutuhkan jalur komunikasi yang benar agar sampai ke pengambil keputusan tanpa tersendat. Sikap yang paling efektif adalah menunjukkan hormat pada urutan jabatan dan memberi ruang bagi pimpinan untuk memimpin arah diskusi.

Secara praktis, Anda sebaiknya menyiapkan ringkasan satu halaman yang mudah “diangkat” ke pimpinan. Kemudian, menunggu arahan lanjutan alih-alih menekan jawaban saat itu juga. Dalam rapat, menghormati senioritas juga berlaku secara sosial, karena orang yang lebih tua sering tetap diberi penghormatan lebih tinggi meski jabatannya tidak paling tinggi. Jika Anda butuh keputusan cepat, cara yang lebih aman adalah meminta jadwal tindak lanjut yang jelas daripada memaksa persetujuan instan.

Baca Juga: Ciri Khas Etika Kerja dan Budaya Perusahaan di Malaysia yang Wajib Diketahui Pencari Kerja dan Profesional

Dalam praktiknya, perusahaan yang menyiapkan jalur pengembangan karier bagi talenta lokal cenderung lebih stabil karena tidak “kejar setoran” rekrutmen mendadak. Di banyak organisasi, komitmen pada pengembangan talenta lokal juga dipandang sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan, bukan sekadar kepatuhan angka.

Download Aplikasi Transfez

Aplikasi Transfez bisa bantuin kamu untuk transfer uang ke luar negeri dengan lebih cepat, hemat, dan efisien. Jack Finance juga bisa bantuin bisnis kamu dalam melakukan transaksi ke luar negeri loh. Untuk kamu yang ingin mengirim uang ke sanak saudara yang berada di luar negeri karena sedang menjalankan pendidikan, bekerja, ataupun traveling, Transfez akan siap membantu. Aplikasi ini tersedia di Android dan juga iOs. Download sekarang!

google play store  350px appstore